Anak Muda Nganjuk Buktikan Tradisi Belum Mati, Jaranan Pogogan Tak Mau Kalah dari Zaman!

Anak Muda Nganjuk Buktikan Tradisi Belum Mati, Jaranan Pogogan Tak Mau Kalah dari Zaman!

NGANJUK, Jawa Timur — Di tengah gempuran hiburan modern, anak muda di Kabupaten Nganjuk masih memilih merawat kesenian tradisional. Pada Rabu (28/10/2026), para pemain muda dari Sanggar Seni Eko Joyo menampilkan Jaranan Pogogan di Balai Budaya Mpu Sindok dalam Seminar Pelestarian dan Pemajuan Kebudayaan Jaranan Pogogan Nganjuk. Kegiatan ini mengangkat tema Menjaga Tradisi, Meningkatkan Apresiasi.

Salah satu pemainnya, Rofiq Kurniawan, 22 tahun, mengaku bangga bisa ikut menjaga warisan kesenian daerah. Ia bersama para pemuda, remaja, anak-anak, dan orang dewasa di sanggar tersebut rutin berlatih di bawah bimbingan Eko Kadiono. Semangat mereka menjadi bukti bahwa kesenian tradisional masih bisa menarik minat generasi muda jika terus dikenalkan dan dipelajari.

Jaranan Pogogan memiliki ciri khas yang membedakannya dari pertunjukan jaranan lainnya. Selain menggunakan properti kuda kepang, kesenian ini memadukan gerak tari, musik tradisional, cerita, dan humor. Menurut Eko Kadiono, salah satu keunikannya adalah pertunjukan ini tidak menampilkan adegan kesurupan maupun ritual menggunakan kemenyan. Kesenian tersebut berasal dari Dusun Jimbir, Desa Sugihwaras, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk.

Meski mulai jarang tampil di ruang publik, para pelestari tetap berupaya menjaga Jaranan Pogogan agar tidak hilang ditelan zaman. Seminar yang digelar bersama komunitas pemerhati sejarah dan ekologi serta instansi pelestarian kebudayaan menjadi salah satu upaya meningkatkan apresiasi masyarakat. Sebab, budaya lokal tidak cukup hanya dibanggakan sebagai warisan leluhur, tetapi juga perlu dipelajari, dipentaskan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/anak-muda-nganjuk-buktikan-tradisi-belum-mati-jaranan-pogogan-tak-mau-kalah-dari-zaman

Post a Comment

0 Comments